Travelling / Wisata / Museum HM Soeharto, Kado Jas Merah

Museum HM Soeharto, Kado Jas Merah

Museum HM Soeharto – Sang Proklamator RI, Ir Soekarno terkenal dengan salah satu teriakannya yang mengagumkan agar jangan pernah dan tidak sekali-kali meninggalkan sejarah, yaitu ‘Jasa Merah’. Sejarah merupakan realitas sebuah perjalanan yang telah berlalu sekaligus merupakan bukti otentik tentang penegakan nilai dalam suatu komunitas atau peradaban, sehingga generasi yang datang selanjutnya dapat mengukur dan menilainya.

 

Museum HM Soeharto

 

Begitu juga dengan perjalanan sejarah Orde Baru, tak bisa dipungkiri merupakan realitas tentang sebuah orde pemerintahan yang pernah membangun negeri ini menjadi berkembang saat ini. Orde baru identik dengan seorang tokoh atau sosok yang bernama Haji Muhamad Soeharto. Presiden kedua Indonesia ini merupakan kepala negara yang memerintah paling lama di negeri kita, yaitu selama 6 kali pemilu alias 30 tahun. Tak sedikit pula catatan sejarah telah ditorehkan putra kelahiran Dusun Kemusuk, Yogyakarta.

Terlepas dari baik atau buruk yang pernah dilakukan tokoh yang pernah menjadi kepala negara yang paling ditakuti di kawasan Asean ini, sebuah memoar tentang HM Soeharto telah berdiri dalam bentuk Museum HM Soeharto. Museum yang dibangun di desa kelahirannya di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu atau sekitar 7 km arah barat dari Yogyakarta itu juga diresmikan bertepatan dengan hari kelahirannya, yaitu pada tanggal 8 Juni 2013 yang lalu.

Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 3.620 meter persegi itu terdiri dari beberapa bagian. Diantaranya ada pendopo sebagai ruang utama, ruang diorama dengan sebuah masjid kecil di sebelahnya, serta ruang dokumentasi.

Saat memasuki museum ini, anda akan disambut sebuah patung besar Jenderal HM Soeharto yang dibuat oleh seniman Edhi Sunarso. Sedangkan di dalam pendopo anda dapat menyaksikan berbagai fasilitas multimedia tentang berbagai peristiwa penting dalam perjalanan sejarah HM Soeharto, dari sejak jaman perjuangan hingga setelah menjadi orang nomor satu di negeri ini.

Diantaranya ada diorama pada masa perjuangan dimana Soeharto tengah melakukan koordinasi dengan Panglima Besar Jenderal Sudirman pada peristiwa Soerangan Oemum 1 Maret 1949. Pengunjung juga dapat menyaksikan diorama saat Soeharto mendapatkan penghargaan swasembada pangan dari FAO di Roma pada tahun 1985.

Di dalam ruang diorama, pengunjung juga dapat melihat berbagai visualisasi tentang tokoh orde baru tersebut. Di sini, pengunjung juga bisa memanfaatkan instalasi roll film untuk menyaksikan dokumentasi visual sejak era perjuangan. Sekali lagi, terlepas dari unsur politis, Museum HM Soeharto dapat menjadi kado Jas Merah agar tidak meninggalkan sejarah dan mengambil pelajaran yang baik dengan meninggalkan yang tidak baik.

Penulis: joesck

Foto Profil dari joesck
Ghost Writer yang Senang Jalan-jalan dan Menyukai Fotografi

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Bernostalgia di Wisata Omah Djadoel, Blitar

Kamu pernah mampir di Kota Blitar? Kota kecil yang dikenal dengan adanya ...