Travelling / Wisata / 5 Fakta Menarik tentang Lawang Sewu Semarang

5 Fakta Menarik tentang Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu Semarang di Belakang Tugu Muda

Menikmati misteri di wisata Lawang Sewu Semarang, tak sekedar untuk menguji nyali. Gedung bersejarah yang dibangun tahun 1904 ini memang sering dijadikan tempat uji nyali seperti yang ditayangkan Trans TV ataupun sebagai lokasi pembuatan film horor. Gedung megah yang terletak di bundaran Tugu Muda Semarang itu saat ini telah dilindungi sebagai bangunan kuno yang bersejarah.

Tahukah anda, ternyata setidaknya ada 5 fakta menarik tentang bangunan Lawang Sewu Semarang yang terkesan angker dan penuh misteri tersebut. Apa saja itu, berikut uraiannya.

  1. Nama Lawang Sewu (Seribu Pintu) sebenarnya berawal dari sebutan masyarakat setempat terhadap gedung yang memiliki banyak sekali jendela tersebut. Mungkin karena bentuk jendela yang sangat tinggi khas gaya arsitektur Belanda kuno, sehingga dianggap layaknya pintu atau lawang. Jumlahnya pun tak sampai seribu
  2. Gedung Lawang Sewu Semarang merupakan karya Prof Jacob F Klinkhamer (TH Delft) dan BJ Ouendag, arsitek Belanda yang tinggal di Amsterdam. Begitu juga proses perancangan gedung dilakukan di Belanda dan ditandatangani di Amsterdam pada tahun 1903 danbaru mulai dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1919, meski telah dibuka dan digunakan pada tahun 1907.
  3. Lokasi yang digunakan untuk gedung Lawang Sewu berada ujung Bodjongweg Semarang berdekatan dengan kediaman Residen Semarang saat itu. Lokasi ini merupakan pinggir kota yang berada di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg yang saat ini telah menjadi jalan raya ke arah Kendal.
  4. Penggunaan gedung ini telah mengalami pergantian beberapa kali. Awalnya, bangunan ini digunakan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS atau Perusahan Kereta Api Swasta NIS Belanda. Namun setelah merdeka, gedung ini digunakan untuk Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro), sebagai Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah, maupun untuk kantor PT Kereta Api Indonesia yang dulu bernama Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI).
  5. Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini juga menjadi saksi bisu Pertempuran 5 Hari di Semarang pada tanggal 14 Oktober hingga 19 Oktober 1945 yang berlangsung sangat dahsyat. Pertempuran terjadi antara para pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) melawan penjajah Jepang dari Kempetai dan Kidobutai. Tak sedikit pemuda pejuang kita yang tewas pada pertempuran tersebut.

Itulah 5 fakta menarik tentang gedung Lawang Sewu Semarang yang saat ini telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan PT Kereta Api Persero sebagai pemiliknya.

Penulis: joesck

Foto Profil dari joesck
Ghost Writer yang Senang Jalan-jalan dan Menyukai Fotografi

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Di Depan Omah Djadoel

Bernostalgia di Wisata Omah Djadoel, Blitar

Kamu pernah mampir di Kota Blitar? Kota kecil yang dikenal dengan adanya ...