Travelling / Ceritaku / Monggo Mampir di Simpang Lima Gumul

Monggo Mampir di Simpang Lima Gumul

Simpang Lima GumulPada suatu senja, langit di kota kediri terlihat cerah menyambut kedatangan orang-orang yang bersliweran datang dan pergi, melintasi persimpangan jalan yang mempertemukan lima ruas jalan. Pada persimpangan jalan itulah Anda akan menemukan sebuah monumen yang indah, megah dan menawan. Yap! Monumen Simpang Lima Gumul.

Monumen Simpang Lima Gumul biasa disingkat dengan SLG ini terletak di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Ngasem, Kediri. Menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Kediri yang ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Pembangunan simpang lima gumul ini dimulai sejak tahun 2003 hasil prakarsa Bupati Kediri, Bapak Sutrisno. Dan kini monumen Simpang Lima Gumul sudah berdiri megah yang membuat para pengunjung berdecak kagum.

Kenapa disebut Simpang Lima? Karena bangunan monumen Kediri tersebut berdiri di tengah-tengah lingkaran atau pada persimpangan jalan yang terdapat lima jalur keluar area yang masing-masing jalan menuju ke arah lima daerah, yaitu : Pare, Kediri, Plosoklaten, Pesantren dan Menang.

Ketika memasuki monumen itu Anda akan disuguhkan nuansa sejarah yang tergambar rapi pada dinding bangunan, yaitu relief-relief tentang sejarah di masa lalu, kesenian dan kebudayaan Kabupaten Kediri. Serta panorama keindahan seolah-olah berada di Perancis karena menyerupai monumen l’arch d’ triomphe yang ada di Perancis.

Di sudut bangunan bagian luar juga terdapat Arca Ganesha yang diyakini umat Hindu, salah satu dewa dengan gelar dewa pelindung, penolak bala, pengetahuan dan kecerdasan, serta kebijaksanaan. Arca ini memiliki ukuran yang cukup besar, hanya saja ketika saya berkunjung ke monumen ini tak menjumpainya karena mungkin sedang takjub dengan pesona kemegahan bangunan yang menjulang tinggi.

Luas Monumen Simpang Lima Gumul ini sekitar 804 meter persegi, tinggi hingga 25 meter. Dan angka yang dipilih tersebut bukanlah angka biasa, tetapi melambangkan tanggal, bulan, tahun hari jadi Kabupaten Kediri yaitu pada 25 Maret 804 Masehi. Jadi, kalau Anda ke kawasan wisata ini akan mendapatkan sedikit banyak tahu mengenai Kabupaten Kediri.

Jika Anda ingin memasuki tempat wisata yang menjadi ikon Kabupaten Kediri ini, Anda bisa memarkirkan pada tempat yang sudah disediakan karena di setiap sudut jalan di persimpangan ini, terdapat areal parkir. Dan ini memungkinkan Anda untuk lebih mudah memarkirkan kendaraan.

Untuk dapat menginjakkan kaki, agar bisa melihat kemegahan monumen Simpang Lima Gumul ini, Anda harus memasuki sebuah terowongan bawah tanah yang bisa menuntun Anda sampai ke samping monumen. Terowongan yang eksotis, membuat para pengunjung tak henti-hentinya takjub seolah sedang melewati lorong-lorong bawah tanah di luar negeri. Dan terowongan ini menjadi salah satu spot atau angle yang disukai para pengunjung yang datang.

Berfoto di Simpang Lima Gumul

Berfoto adalah salah satu hal terfavorit yang tak boleh dilupakan oleh pengunjung. Ada beberapa bagian bangunan untuk pengambilan angle/spot yang menarik. Salah satunya pada bagian tengah monumen dan menjadikan Monumen Simpang Gumul ini sebagai latar. Ada juga terowongan bawah tanah, taman disekeliling monumen yang memiliki rumput-rumput hijau juga merupakan salah satu spot yang menarik.

Nah, jika Anda sedang berkunjung ke Kabupaten Kediri, Anda juga wajib mengunjungi kawasan wisata Monumen Simpang Lima Gumul ini yang seolah-olah Anda akan bisa merasakan berdiri di salah satu ikon Negara perancis yaitu Monumen Arc de Triomphe Paris. Yuk ah, monggo mampir! (ans)

Foto Profil dari anisa alfi nur fadila

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Bernostalgia di Wisata Omah Djadoel, Blitar

Kamu pernah mampir di Kota Blitar? Kota kecil yang dikenal dengan adanya ...