Travelling / Ceritaku / Eksotisme di Candi Penataran

Eksotisme di Candi Penataran

Jika Anda sedang mampir ke Makam Proklamator Bung Karno yang terletak di Kota Patria Blitar, Anda pun juga wajib mengunjungi wisata sejarah yang merupakan salah satu daya tarik di kota Blitar dan terletak di desa Panataran, kecamatan Nglegok, tepatnya di lereng barat daya Gunung Kelud. Wisata ini berhawa sejuk karena berada di kaki gunung.

Wisata sejarah itu adalah Candi Penataran yang merupakan candi berlatar belakang agama Hindu dan telah ada sejak kerajaan Kediri hingga kerajaan Majapahit. Candi ini merupakan satu-satunya candi terluas di Jawa Timur. Lokasi pun bisa ditempuh jika dari jurusan Makam Bung Karno ke utara sampai pasar Desa Nglegok dan diteruskan hingga pasar penataran, lalu belok kiri menuju percandian.

Candi penataran

Candi Penataran

Candi Palah atau yang dikenal sekarang ini dengan nama Candi Penataran merupakan candi yang ditemukan pada tahun 1815, ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles Letnan Gubernur Jendral pada masa kolonial Inggris di Indonesia dan juga Dr.Horsfield yang merupakan pakar serta ahli Ilmu Alam. Karena candi ini berada di lereng kaki Gunung Kelud, candi ini dulu dijadikan tempat upacara pemujaan untuk menghindari mara bahaya yang disebabkan oleh gunung Kelud yang sering meletus.

Oh ya, buat wisatawan yang kebetulan berwisata di Candi Penataran pada bulan purnama, suatu keberuntungan tersendiri karena wisata ini selalu menggelar pagelaran purnama seruling penataran atau dikenal dengan nama PSP yang diadakan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Blitar setiap tanggal 15 (dalam kalender jawa).

Diadakannya PSP ini bertujuan untuk mengenalkan pariwisata di Kabupaten Blitar kepada para wisatawan yang datang baik dari penduduk Blitar sendiri, juga kepada wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara. Juga sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME atas limpahan karunia yang diberikan, dan mempererat silaturahmi, keakraban serta merangkul sesama seniman untuk berkarya dan ditampilkan waktu bulan purnama . Pagelarannya terdiri dari seni tari, musik, teater. Seruling bambu dibunyikan, adalah awal mula pagelaran akan dimulai. Para seniman memainkan alat musik, bernyanyi, menari, dan berpuisi di bawah siraman sinar rembulan.

Kompleks Candi Penataran terbagi atas tiga halaman, dan setiap halamannya dijaga oleh sebuah patung penjaga. Halaman di candi ibarat memasuki sebuah rumah yang terbagi atas ruangan depan, tengah dan belakang. Setiap ruangan atau halaman pada candi penataran ini ada penjaganya.

• Halaman Pertama

Untuk memasuki halaman pertama, Anda akan disambut oleh dua Arca Dwrapala di kanan kiri, atau masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan Reco Pentung karena patung penjaga ini berukuran raksasa yang memanggul pentungan di pundakanya. Setelah itu Anda akan disuguhkan bagian terdepan candi yaitu Bale Agung, lalu pendopo teras, dan Candi Angka Tahun.

• Halaman Kedua

Memasuki halaman kedua, Anda akan disambut oleh dua Arca namun ukurannya lebih kecil dibandingkan arca di halaman pertama. Setelah disambut dua Arca di halaman dua, Anda akan disuguhkan Candi Naga yang tubuh candi ini dililit oleh ular naga, di halaman dua juga terdapat pondasi bata.

• Halaman Ketiga

Disambut dengan dua arca sebgai penjaga dari setiap halaman, Anda akan memasuki candi induk yang tersusun dengan ketinggian 7,19 meter. Dinding candi induk ini juga terdapat relief yang menceritakan tentang Ramayana.

Dan di sudut belakang Anda akan memasuki sebuah kolam pertitan.. Ada juga Candi Penataran dua yang terletak tak jauh dari Candi Penataran utama ini, namun Candi Penataran dua belum dibuka untuk umum dan tidak semegah, seluas seperti Candi Penataran satu. Nah, gimana? Anda tertarik untuk mengunjungi wisata sejarah yang sangat berharga ini bukan? Pesona dan keindahan yang terletak di kaki Gunung Kelud ini sepertinya menarik untuk dikunjungi apalagi di setiap malam bulan purnama. (ans)

Foto Profil dari anisa alfi nur fadila

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Bernostalgia di Wisata Omah Djadoel, Blitar

Kamu pernah mampir di Kota Blitar? Kota kecil yang dikenal dengan adanya ...