Travelling / Ceritaku / Bernostalgia di Wisata Omah Djadoel, Blitar

Bernostalgia di Wisata Omah Djadoel, Blitar

Foto1535

Kamu pernah mampir di Kota Blitar? Kota kecil yang dikenal dengan adanya makam Bung Karno sebagai ikon wisata kebanggan. Namun, di kota Blitar tak hanya memiliki wisata itu saja loh, ada juga kawasan wisata jika kita memasukinya kita seolah sedang memasuki lorong waktu ke masa kecil, seperti bernostalgia dan pernah memainkannya namun sekarang perlahan-lahan hilang ditelan zaman, tenggelam dalam peradaban teknologi yang semakin canggih.

Yap! Kawasan wisata itu adalah Omah Djadoel yang terletak di Jalan Borobudur Nomer 105, Kelurahan Sentul Kota Blitar dan berada tak jauh dari area wisata makam Bung Karno. Wisata Omah Djadoel merupakan wisata bertujuan untuk menyelamatkan barang-barang kuno Maha Karya Leluhur Bangsa yang terbelengkalai, sehingga menghambat laju perdagangan beberapa koleksi langka ke luar negeri.

Untuk dapat memasuki museum ini, para pengunjung cukup membayar Rp. 5000 untuk hari efektif dan akhir pekan dengan tarif Rp. 10.000. Tarif ini mungkin tak seberapa dibandingkan dengan pemiliknya yang bersusah payah mengumpulkan satu persatu barang antik itu ke sana kemari, yang memang sebagian adalah warisan keluarga, juga bersusah payah memberikan perawatan terhadap barang-barang antik itu, yang tentunya berbeda pemeliharaan dengan barang biasa.

Di Depan Omah Djadoel

Di Depan Omah Djadoel

Foto1516

Tempat ini merupakan museum kedua yang ada di Blitar setelah Istana Gebang, namun di Istana Gebang lebih spesifik kepada benda-benda dari peninggalan yang berkaitan dengan Bung Karno, sedang di Omah Djadoel sifatnya lebih umum.

Sejak berdiri pada 14 Mei 2014, tempat yang awalnya digunakan sebagai gudang penyimpanan ini disulap menjadi museum antik. ‘Home an Ancient Art’ adalah julukan yang diberikan sang pemilik untuk Wisata Omah Djadoel.

Memasuki museum, seperti memasuki kenangan yang tiba-tiba menyeruak masuk di dalam kepala. Di depan pintu masuk pengunjung bisa melihat berbagai tanaman dan replika delman, kereta kuda sebagai ucapan selamat datang. Lalu, patung para punakawan juga telah berdiri rapi menyambut kedatangan para pengunjung.

Ada beberapa macam koleksi barang yang sudah dikelompokkan, diantaranya ada koleksi barang porselen, koleksi mainan dari kayu, koleksi senjata tradisional seperti keris, panah dan beberapa senjata lainnya, ada juga piringan hitam, cawan bergaung, radio kuno, dan lain sebagainya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Di bagian belakang terdapat miniatur rumah kuno yang di dalamnya terdapat perabot dapur di masa lalu. Dan di sebelahnya terdapat alat musik saperti gamelan, gong, gendang dan beberapa lainnya yang bisa dimainkan oleh para pengunjung yang datang.

Didirikannya wisata Omah Djadoel ini dikarenakan keprihatian dari pemiliknya terhadapa Maha Karya Leluhur Bangsa yang kurang mendapat perhatian khusus, apalagi melihat fenomena perdagangan koleksi leluhur bangsa keluar negeri, padahal sebagai bangsa yang baik tentu harus menghargai sejarah termasuk peninggalan-peninggalannya agar kita tidak bisa di bodohi oleh negara lain, hanya gara-gara kita melupakan sejarah yang sepatutnya kita lestarikan.

Dan kita sebagai generasi penerus bangsa, tentunya tak ingin negara kita terjajah lagi hanya gara-gara peninggalan sejarah di masa lalu dicuri negara lain bukan? Nah, mulai sekarang mari kita lestarikan, dengan cara berkunjung ke museum atau tempat-tempat bersejarah untuk menambah khazanah pengetahuan tentang nilai-nilai sejarah. (ans)

Foto Profil dari anisa alfi nur fadila

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Berfoto di Simpang Lima Gumul

Monggo Mampir di Simpang Lima Gumul

Pada suatu senja, langit di kota kediri terlihat cerah menyambut kedatangan orang-orang ...